29
Nov
11

Rumah Multatuli

“Dan pemenang dokumenter untuk kategori open adalah…. Rumah Multatuli….”. Begitulah, setelah sekian waktu menunggu hasil kompetisi dokumenter 1st SBM Golden Lens 2011, akhirnya film dokumenter produksi DAAI TV memenangkan festival itu. Acara penghargaan yang berlangsung di Erasmus Huis itu meriah. Aula terisi penuh dan dengan grogi aku yang didapuk menyutradarai film itu, maju ke depan untuk menerima penghargaan best documentary ini. Ini kali pertama aku naik podium setelah tahun 2010 aku tergeletak di rumah sakit saat film dokumenter Biarkan Kami Memilih masuk final di ajang Anugerah Adhiwarta Sampoerna 2010. Nima Sirait dan Ari Trismana yang juga memenangi ajang AAS mewakiliku menerima hadiah saat itu.

Kemenangan film Rumah Multatuli adalah penghargaan yang ketiga yang diperoleh tim produksi dokumenter DAAI TV: Refleksi. Sebuah penghargaan yang membanggakan sekaligus menggelisahkan.

Film dokumenter Rumah Multatuli berkisah tentang Ubaidilah Muchtar, seorang guru SMP yang ditugaskan di desa Sobang, sebuah daerah pelosok di kabupaten Lebak, Banten. Ubaidilah bukanlah guru biasa seperti guru lain yang juga ditugaskan di daerah terpelosok. Selain mengajar ia juga mendrikan Rumah Baca Multatuli, yang melakukan reading group buku Max Havelaar pada anak-anak kampung ini. Cerita ini dianggap menarik oleh dewan juri karena dalam film ini ada beberapa unsur cerita yang multidimensi seperti upaya menanamkan kecintaan pada sastra, upaya pendidikan karakter lewat buku Max Havelaar, penanaman sikap anti korupsi dan penindasan sampai pada persoalan pelestarian nilai-nilai sejarah yang ada pada cerita Max Havelaar.

Buat tim Refleksi; Aku, Nima Sirait dan Ari Trismana yang memproduksi film ini, kemenangan pada sebuah festival hanyalah penghargaan pada aspek kreativitas semata. Ia menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana kerja kreativitas kami. Kami menganggap sebuah film dokumenter yang berhasil adalah apabila setelah film ini diputar dan ditayangkan di televisi, apakah mampu menggerakan penonton untuk minimal terispirasi oleh film tersebut atau tidak. Ini yang selalu menggelisahkan kami.

Advertisement

0 Responses to “Rumah Multatuli”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.